Bandung - Pemerintah Kota Bandung, Jawa
Barat, mengajak warga melawan terorisme melalui peringatan ke-100 Hari
Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Aparat di tingkat RT dan RW diminta
mengoptimalkan pengawasan memutus rantai pelaku teror di Kota Bandung.
Menurut Penjabat Sementara Wali Kota Bandung Muhammad Solihin, warga dapat berperan aktif mengawasi daerah masing-masing. Terlebih, saat Ramadan, warga berdatangan ke Kota Bandung.
Menurut Penjabat Sementara Wali Kota Bandung Muhammad Solihin, warga dapat berperan aktif mengawasi daerah masing-masing. Terlebih, saat Ramadan, warga berdatangan ke Kota Bandung.
"Saya sudah meminta aparat kewilayahan untuk terus turun mengerahkan
semua potensi yang ada untuk menjaga keamanan dan kenyamanan. Karena
Bandung ini selalu menjadi tempat tujuan terutama pas bulan ramadan dan
jelang lebaran nanti," ujar Solihin usai upacara Harkitnas di Plaza
Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin 21 Mei 2018.
Solihin pun meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Satpol PP untuk mendata warga pendatang. Peran ketua RT RW pun sangat menjadi vital untuk memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan terutama dari warga pendatang.
"Saya juga sudah perintahkan Disdukcapil untuk terus mendata, jangan sampai kecolongan. Apalagi lagi musim teroris, kita harus siap siaga juga membantu keamanan dengan Polri dan TNI," bebernya.
Bandung pernah menjadi target teror bom pada 2017, tepatnya di Cicendo. Bom panci, demikian istilah yang digaungkan dalam aksi tersebut. Bahkan pelaku teror bom panci menguasai kantor Kelurahan Arjuna, namun berhasil dilumpuhkan kepolisian.
"Kita harus kembali menggelorakan semangat persatuan ini demi stabilitas keamanan di Kota Bandung dan Indonesia," tegasnya.
Solihin pun meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Satpol PP untuk mendata warga pendatang. Peran ketua RT RW pun sangat menjadi vital untuk memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan terutama dari warga pendatang.
"Saya juga sudah perintahkan Disdukcapil untuk terus mendata, jangan sampai kecolongan. Apalagi lagi musim teroris, kita harus siap siaga juga membantu keamanan dengan Polri dan TNI," bebernya.
Bandung pernah menjadi target teror bom pada 2017, tepatnya di Cicendo. Bom panci, demikian istilah yang digaungkan dalam aksi tersebut. Bahkan pelaku teror bom panci menguasai kantor Kelurahan Arjuna, namun berhasil dilumpuhkan kepolisian.
"Kita harus kembali menggelorakan semangat persatuan ini demi stabilitas keamanan di Kota Bandung dan Indonesia," tegasnya.

Tidak ada komentar:
Write komentar